COVID-19 Dosen Kelana Kota Kemenristek Prestasi Science and Technology Index sinta surabaya Top 500 Authors Universitas Kristen Petra

Pandemi Covid-19, Tidak Seharusnya Membuat Dosen Berhenti Berprestasi

Tetap berprestasi di kala pandemi Covid-19 masih terjadi, dua dosen Teknik Sipil UK Petra Surabaya raih posisi Top 500 Authors, berbasis pada data Science and Technology Index (Sinta).

Dua orang dosen Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya berhasil meraih posisi Top 500 Authors kategori Overall Score, di antara 196.153 dosen di seluruh Indonesia berdasarkan basis data Sinta (Science and Technology Index), milik Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) Republik Indonesia.

Kedua dosen tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., yang tidak lain adalah Rektor Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya sekaligus dosen Teknik Sipil dan Doddy Prayogo, Ph.D., program studi Teknik Sipil UK Petra sekaligus kepala program studi Magister dan Doktor Teknik Sipil UK Petra.

“Saya sangat senang dan merasa terhormat bisa berada di antara Top 500 Authors di database Sinta, kategori Overall Score. Artinya kinerja penelitian, publikasi dan inovasi yang sudah dikerjakan selama ini mampu bersaing dengan seluruh dosen di Indonesia,” terang Djwantoro.

Ditambahkan Doddy Prayogo bahwa dengan adanya pemeringkatan ini, merupakan bukti bahwa pihak Kemenristek Badan Riset dan Inovasi Nasional memiliki perhatian terhadap kualitas penelitian dosen.

“Kami sangat menghargai hal ini. Tentunya ini sebuah hal positif, terkait dengan kinerja pemeringkatan yang dilakukan oleh Kemenristek Badan Riset dan Inovasi Nasional sehubungan dengan kualitas penelitian para dosen,” papar Doddy Prayogo.

Sementara itu, Science and Technology Index seperti dijelaskan Dr. Ribut Basuki M.A, selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya merupakan database yang melakukan peng-index-an pada penelitian atau publikasi ilmiah.

“Sebuah database yang melakukan pencatatan atau peng-index-an terhadap produktivitas atau kinerja penelitian dan publikasi ilmiah dosen di Indonesia. Penilaian ini merupakan kumpulan nilai-nilai dari karya dosen tersebut, baik dalam tataran nasional maupun internasional, yang tercatat dalam database-database terkemuka, seperti halnya Scopus, Web of Science (WoS), Google Scholar dan lain-lain,” terang Ribut Basuki.

Jika dosen ingin meningkatkan nilainya dalam basis data Sinta, lanjut Ribut Basuki maka dia harus produktif melakukan berbagai penelitian-penelitian, melakukan inovasi-inovasi dan menerbitkan publikasi yang berkualitas.

“Semakin tinggi nilainya, tentu saja itu menggambarkan tingginya kinerja penelitian yang dilakukan oleh dosen yang bersangkutan, selama masa kurun waktu perjalanan karirnya sebagai dosen,” tambah Ribut Basuki.

Tentang keberhasilan Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., dan Doddy Prayogo, Ph.D., Ribut mengingatkan bahwa keduanya berhasil menembus SCOPUS index level tertinggi, demikian juga dengan Doddy Prayogo.

“Nilai Pak Djwantoro dan Pak Doddy tinggi karena publikasi mereka tembus SCOPUS index level tertinggi, Q1 atau Q2. Total publikasi Rektor UK Petra yang terindeks SCOPUS mencapai 40 publikasi dengan h-index 11. Sedangkan Doddy, publikasinya yang terindeks SCOPUS sudah mencapai 27 dengan h-index 14,” kata Ribut Basuki, Selasa (16/6/2020).

Keberhasilan kedua dosen Teknik Sipil UK Petra Surabaya tersebut, ditegaskan Ribut Basuki bahwa di tengah pandemi seperti saat ini, sekaligus menyongsong new normal, para dosen tetap bisa berkreasi, berinovasi serta melakukan penelitian-penelitian yang dibutuhkan masyarakat luas, dan memberikan manfaat.(tok/ipg)



Source link