donor plasma Donor Plasma Konvalesen Kelana Kota pandemi covid-19 PMI Surabaya wabah covid-19

PMI Surabaya Siap Layani Donor Plasma Konvalensen

PMI Surabaya, mulai Senin (8/6/2020), siap melayani donor plasma konvalensen dari masyarakat luas dengan persyaratan ketat.

Dokter Budi Arifah Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya membenarkan, bahwa ada sederet persyaratan yang memang diwajibkan bagi masyarakat yang akan donor plasma di UDD PMI Kota Surabaya.

“Persyaratan itu memang wajib dipatuhi. Di antaranya, laki-laki, usia 17 tahun sampai dengan 60 tahun. Berat badan minimal 55 kg, dan menunjukkan surat hasil laboratorium PCR dan Swab yang menyatakan 2 kali negatif, ” terang Budi.

Persyaratan tersebut, lanjut Budi, masih ditambah beberapa persyaratan lagi yang dikeluarkan oleh rumah sakit, dan dilanjutkan check list lengkap sesuai standar donor oleh UDD PMI Surabaya.

“Jika persyaratan wajib sudah dipenuhi, kemudian pengecekan standar donor di UDD PMI Surabaya sudah lengkap, maka pihak PMI Surabaya melakukan langkah donor plasma kepada orang yang bersangkutan. Seperti itu langkahnya, ” kata Budi.

Sementara itu ditambahkan Ir. Tri Siswanto MM., Wakil Ketua 1 PMI Kota Surabaya, bahwa pihaknya saat ini sudah mempersiapkan diri untuk memberikan layanan bagi masyarakat terkait dengan donor plasma konvalensen yang dibutuhkan rumah sakit di Surabaya.

“Kami dalam hal ini menunggu informasi atau data dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya maupun Provinsi untuk mendapatkan data masyarakat yang ingin donor plasma. Intinya mulai Senin (8/6/2020) UDD PMI Surabaya siap melaksanakan donor plasma,” ujar Tri.

Tri menambahkan, terkait donor plasma konvalensen dalam kaitannya dengan kebutuhan bagi pasien Covid-19, pihaknya menunggu informasi dari Dinkes atau langsung melakukan pemeriksaan pada masyarakat yang mendonorkan plasma darahnya.

“Kalau data dari Dinkes Surabaya maupun Provinsi Jatim, nantinya kami akan menghubungi pasien sesuai data yang ada. Sedangkan jika masyarakat datang sendiri, maka tetap akan dilakukan cros cek atau pengecekan ulang berdasarkan data yang kami Terima dari Rumah Sakit, atau Dinas Kesehatan, ” pungkas Tri. (tok/ang/ipg)



Source link